Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Monday, May 16, 2016

[Meet & Trip Derawan fisheries] whale shark



15 Mei 2016
ikut-ikutan foto milky way
masih kurang kece hasilnya

Foto milky way baru aja kelar sekitar jam 2.30 dan pagi ini saya harus bangun untuk melihat whale shark. Awalnya saya sempat ga mo pergi, cm karena ini bukan kesempatan yg bisa diliat tiap hari, jadilah saya memutuskan untuk pergi ke bagan untuk berenang bersama whale shark. 


sisi belakang aja udah serem

nemu dua euy

It’s a huge one…….. padahal masih baby whale shark, tp udah gede banget,, gimana kalo emak or kakeknya yak?... ga kebayang gedenya.Perlu diperhatikan disini, ada jarak yg aman sebetulnya untuk berenang bersama whaleshark.kita ga boleh pegang, ga boleh naikin ataupun memegang siripnya, karena ini bisa merusak ekosistem mereka… please buat kamu-kamu yang ngakunya traveler, jgn jadi egois buat Cuma dptin foto buat di upload ke sosmed. Tp pikirkan juga lingkungan sekitar. 
foto nya dari atas aja deh ya

Berenang bersama manta merupakan agenda terakhir kita… huff…huff…selesai sudah 4 hari 3 malam bersama derawan fisheries dan Indonesia paradise, peserta kembali pulang ke kota masing-masing..

Melanjutkan percakapan di postingan pertama : 
Me : wah, ini berau banyak pohon salaknya ya
Driver : itu pohon sawit mba, bukan pohon salak
Me : yg didepan juga pohon sawit?
Driver : di Berau ga ada pohon salak mba, itu pohon sawit
Me and X : (ngakak guling-guling) tuh kan bener, nama tengah gw sotoy to the max.

pic by mangaran production

Sekali lagi, terima kasih sekali untuk Derawan Fisheries dan juga Indonesia Paradise,  yang sudah memberikan kesempatan buat saya mengenal lebih dekat tentang derawan dan bertemu dengan lumba-lumba, penyu, manta,whale shark, dan ubur-ubur ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.. ;), Ringga prayudha,Dhaniel christian, Toni (dive guide ), Manta diving indonesia, Erwin and crew ( manggaran film ), Bang juri and crew( driver speed boat ). 

note untuk yang bapak2 dan ibu2 yang ngurus di Berau : 

- mohon bantuannya untuk perbaikan jalan yang masih rusak-rusak dan ga ada pencahayan kalo malem.
- pom bensin untuk speedboat via tanjung batu,,, hampir ajah kita ga bisa pulang karena keabisan bahan bakar loh...:( 


+++++++++++++++++++++++++++++
informasi mengenai penginapan : 
Cp Harry gunawan ( Owner ) WATER COTTAGE & TOUR OPERATOR
Hp : 081351319338
Email : derawanfisheries88@yahoo.com 


+++++++++++++++++++++++++++++
terima kasih kepada : 
- Harry Gunawan (derawan fisheries) yg sudah sponsorin peserta meet and trip 
- Indonesia Paradise : Mas Angga, Mas Angoro 
- Mas Daniel dan Mas Ringga
- Mangaran Production ( Bang Edwin, Dika, dan semuanya) 
- Peserta Meet and Trip 
++++++++++++++++++++++++++++++++++
 

Friday, June 12, 2015

Maluku Trip - Ambon to Desa Sawai (Ora)

Day 5, 3 Juni 2015


Semoga hari ini menyenangkan……

Setelah mengalami hari yang melelahkan, saya berharap hari ini mejadi lebih baik… 

moonset dari lantai 5 victoria guesthouse

 Supir saya ( yang pertama kali saya pesan) datang menjemput di hotel untuk menuju ke pelabuhan tulehu. Dia bercerita bahwa perjalanan ke sawai itu jalan nya rusak, belok-belok, naik turun bukit dll..dll, dia suruh saya tanya ke supir (yang sudah saya pesan) dia bawa mobil apa, kalo Avanza katanya ga kuat, musti innova dan buntutnya dia merekomendasikan temannya (satu link) untuk kita pakai selama di pulau seram. Dia juga merekomendasikan salah satu cottage yang terkenal di pulau seram itu. Untuk menyakinkan, saya turun di ATM BCA, kemudia menelpon bung barce, supir dari amahai  ke sawai (sengaja nelpon diluar biar ga di dengan oleh si pak supir). Bung Barce bilang kalo perjalanan dari amahai ke sawai itu aman kok, dia sering jalan kesana jadi ga perlu kwatir. Malah supir –supir dari ambon ini sebetulnya hanya mendengar cerita-cerita saja karena mereka belom pernah ke desa sawai. Huuufff…leggaaaaaaa…. 

sunrise dari lantai 5 victoria guesthouse

Sampai di pelabuhan tulehu, sudah banyak potter yang menunggu untuk mengangkut barang kita ( saya sih ga pake potter ya). Kemudian kita masuk ke kelas ekonomi. Keren loh, kelas ekonominya aja dapet duduk en ada AC nya. Jd buat apa bayar 2x lebih mahal kalo bisa dapet tempat nyaman juga.. hehehe… ga lama kapal jalan, tiba-tiba gadis kecil didepan saya mulai ngajak ngobrol dan kenalan. Dia ga malu-malu pegang2 tangan saya en suruh saya ngikutin gerakannya dia. Karena cape main sama dia, saya pun tidur. Si anak ini manggil saya, tapi saya ga jawabin. Tetep pura-pura tidur.. ga lamaaaaa…. Paha saya di pukul kenceng.. ternyata dia turun dari kursinya, kemudian nyamperin saya en mukul saya.. saaaakiiiiiiitttttttt…… 
sunrise dari lantai 5

Kemudian kejadin ini terulang lagi,, saya tidur, dia manggil,saya ga jawab dan diaaaaaaaaaaa MELUDAH… yup,, dia ludahin muka saya…hikksss..hikkssss… karena bapaknya lagi gendong adiknya diluar, akhirnya si anak di omelin sama bapak-bapak disebelah saya dan teman saya… haaaduuuhhhhhhhh ambonnnnnn kenapa kau begitu kejam kepadaku………. Aku sedddiiiiihhhhhhhh……… ( nangis dipojokan)

di pdktin sama anak-anak kecil

Sampai di pelabuhan amahai, bung Barce sudah menunggu kita. Dia pun bantu kita menyusun barang-barang di mobil agar muat.. haha.. 6 orang dengan bawaan minimal 2 tas untuk satu bagasi kecil doank. Sebelum melanjutkan perjalanan selama 3-4 jam, kami mampir ke rumah makan Madura di dekat pelabuhan amahai.. rasanya enak en cocok di lidah.. sepanjang perjalanan bung barce bercerita tentang pulau seram, sawai, penginapan lisar bahari dan sekitarnya.  Di sekitar daerah desa sawai ini ada beberapa penginapan sebetulnya. Tapi yang terkenal itu ora beach resort dan lisar bahari. Kebetulan untuk beberapa hari kedepan, saya menginap di penginapan milik pak Ali ini.

penginapan lisar bahari
3 jam lebih sudah berlalu. 2 bukit sudah dijelajahi dan akhirnya kami tiba di desa sawai, sepanjang jalan masuk ke desa ini, banya pohon-pohon duren, sayangnya sudah lewat musim durian ketika kami kesana. hikkkssss…  dan jangan kaget begitu memasuki desa, rumah begitu banyak dan dekat-dekat.. kata bung barce, orang sini suka bikin anak.. hihihihihi.

dari depan kamar
Kami disambut oleh hujan ketika masuk ke gerbang penginapan lisar bahari. Karyawan pak Ali membantu kami untuk membawa barang-barang ke kamar, dia memberikan kami 5 kamar tidur untu 6 orang, dia bilang “silakan di pakai yang mana saja, dan jangan pegang tas atau bongkar tas dulu, mari kita kedepan”. Di depan kamar, kami sudah disuguhi teh, kopi dan cemilan. Nikmaaatttttt………
 
menunggu sunset


 Pak Ali membiarkan kami bersantai sejenak menikmati indahnya  pemandangan di depan mata  dan juga melihat ikan –ikan di depan penginapan.  Menjelang sunset, kami mulai pecicilan, ga sabar untuk moto sunset dan kemudian pak Ali bilang “ tunggu disini 5 menit ya, kalian siap siap”…… jreng..jreng..jreng… kami semua pandang –pandangan donk. Ternyata pak Ali keluarin kapalnya dan ajak kita untuk liat sunset di pondokan tengah laut.  Walaupun sunsetnya kurang kece karena awan mendung, tapi kita tetep dapet foto kece waktu pulang.



tiba-tiba langitnya jadi pink

Telpon Bang Barce ( mobil ke sawai) : 085343215523
Telpon Pak ALi-lisar bahari : 82111181137

Thursday, June 11, 2015

Maluku Trip - Ambon

Day 4, 2 Juni 2015

Waktu hujan sore sore, kilat sambar pohon kenari. E jojaro deng mongare mari dansa dan menari

Tau lagu itu dari mana? Yup betul dari ambon. Hari ini kami semua mau pergi ke Ambon. Dari bandara kei butuh waktu 1,5 jam untuk ke bandara patimura. 
pulau-pulau kecil di daerah kei

Pas di pesawat, saya keluarin handphone ( airplane mode) untuk foto-foto pulau kecil yang ada di sekeliling kei, ga lama, ada ibu dibelakang saya yang heboh bilang gini :

Ibu-ibu : “memangnya boleh ya nyalain handphone di pesawat”
Temannya : buat foto aja kali
Ibu –ibu : “jangan sampe ya kesalahan satu orang bikin kita celaka semuanya”

Jeng..jeng…. serasa dipukul pake palu gede deh.. padahal kan sebetulnya selama airplane mode, gpp buka hp buat foto-foto, cuma si ibu yang berasal dari ambon itu ngomongnya kenceng banget, bikin heboh barisan belakang jadinya…haiiiizzzz…. Akhirnya foto-foto pake kamera underwater deh…:(
 
Banda Neira
Ga berapa lama, kita melintas di atas banda naira, en si ibu-ibu belakang kembali berisik lagi “itu banda kan?” tanyanya ke temen sebelahnya dan kesempatan ini saya pake buat nanya ke si ibu ehmm.. setel suara paling lembut dan ramah.
Me :  “ yang di depan itu banda naira ya bu?
Ibu: “ iya”
Me : ada apa disana bu? Lebih bagus dari kei ah?
Ibu :  ada bla bla bla.. ( mulai cerita)

En percakapan ini akhirnya jadi seru sampe –sampe si ibu ngira saya orang ambon… aaaaahhhhh,,, sudah mirip rupanya muka beta jadi wong ambon.


Sampai di Bandara, banyak supir taksi yang menawarkan mobilnya. Cuma disini mereka tidak memaksa seperti supir di bandara soeta ya. Karena supir yang saya pesan belum datang, jadilah kami menunggu di depan badara. Baru 5 menit berdiri, tiba-tiba banyak orang yang berlari dan berteriak… karena panic + penasaran, kamipun melihat kearah asal suara itu. Mungkin karena melihat muka kita yang berubah, ada  orang yang bilang,, “itu bukan apa-apa, mereka Cuma becanda” en mba hanny juga bilang hal yang sama. Beberapa lama kemudian, kembali mereka berteriak dan berlari… ala maaakkkk,,, baru 10 menit sampai di tanah air beta, beta punya nyawa sudah hampir habis….

Akhirrrnyaaaa… si supir saya pun  sampai, tapi dia bilang kalo dia sudah ada janji jemput orang, jadi dia akan antar sampai penginapan, dan kemudian akan dilanjutkan oleh temannya. Bodohnya saya saat itu, saya tidak konfirmasi kembali harganya. Jadi waktu saya pesan pertama kali, dia bilang 650 rb perhari untuk innova. Dan kenyataanya saya harus bayar 250rb untuk biaya jemput ke bandara ditambah 650 rb untuk keliling ambon dengan mobil temannya itu…. Aaarrrrgggghhhh saya tertipu… 



Rasanya, ambon belum cukup membuat amarah saya memuncak,,, eeeaaaa kaya gw bisa marah ajah ( ga bisa marah, tp juaranya ngambek) …… supir yang ke 2 ini rada –rada males untuk muter ke arah yang jauh. Kebetulan hari itu saya minta dia untuk keliling di Pantai Lawena, Pantai hukurila. Pantai namasua, pantai pintu kota, pantai santai   dan sunset di patung Christina marta tiahahu. Dari penginapan saya, pantai hukurila itu bisa di tempuh dalam waktu 45 menit menerobos bukit-bukit, atau 2 jam dengan posisi memutar dipesisir pantai.
beda kan pasirnya sama pasir panjang kei

Supir : mau kemana hari ini ?
Me : mau ke lawena, hukurila, namasua, pintu kota, pantai santai dan sunset di Christina marta tiahahu. Cari jalan yang searah pak, jadi ga usah mutar- mutar
Supir : hukurila itu pantainya biasa aja,ga ada apa-apa. Orang biasanya diving disana
Me : gpp pak, pingin liat aja dulu
Supir : kalo jalan lewat situ lama, lewat sini deket (nunjuk arah)
Me : lewat sini berapa lama pak?
Supir : lewat sini yang mana ya ? ( melunjur lewat jalur yang lama)
Me : yang tadi bapak tunjuk, kan bapak bilang kalo lewat jalur sini lebih cepat
Supir : tapi lewatin pegunungan, naiknya nanjak.. etc..etc…
Me  : ( garuk-garuk kursi mobil plus temen saya)  ya kan kata bapak, lewat sana cepat, berapa lama? Kita lewat sana saja kalo cepat pak
Supir : (akhirnya muter balik en lewat jalur cepat)

Ga berapa lama, jalanan sedikit menanjak en si bapak minta kita untuk matiin AC + buka jendela, katanya takut ga kuat mobilnya….. #eeeaaaaaaaaaaa

Hukurila  Beach

45 menit kemudian, kita sampe di pantai lawena,,, tidak banyak yang bisa dilihat. Pantainya kotor dengan pasir yang kasar ( abis liat pasir lembut, disuguhin yang kasar gini jadi rada-rada ilfil)  cukup 10 menit di pantai ini ( sambil lempengin badan) kemudian kita pindah ke pantai hukurila, lumayan lebih bagus daripada hukurila ya.. bisa foto-foto kece jadinya.

sunset at patung christina marta tiahahu
Karena waktu sudah lumayan sore, akhirnya kita skip untuk pantai namasua, pintu kota dan pantai santai, kata si bapak kita ga ke uber untuk kesana. pemberhentian berikutnya adalah pantai Christina marta tiahahu, sosok pejuang wanita dari ambon. Konon katanya saat peletakan batu patung ini hanya bisa menghadap ke laut tempat dia dibuang, ketika dicoba menghadap ketempat lain tidak bisa. Dari luar pagar, kami menunggu matahari tenggelam dibalik bukit ambon. Sudah banyak orang yang duduk-duduk menunggu sunset en berfoto disini.
waiting for sunset

Tak ada tujuan, tapi ga mo rugi balikin mobil yang sudah dibayar full, jadilah kami minta untuk dibawa ke kedai kopi joas, kedai kopi yang terkenal juga disini. Sayang hari sudah mulai malam, sehingga cemilan cemilan di sana sudah habis, dan hampir last order ( padahal baru jam 7 loh) dan pindah makan ikan di resto dekat hotel .
kota ambon - gong perdamaian

Mungkin karena suaranya yang memang besar, atau mungkin saya terbiasa mendengar suara lembut nan ramah. Bagi saya, hari ini,,,ambon meninggalkan kesan yang mengecewakan..:(




Tuesday, June 9, 2015

Maluku Trip - Kei Kecil day 2

Day 2,  31 May 2015

Tujuan pagi ini adalah mencari pelican australia di ngurtafur, snorkeling di  ngaf, er , godan dan melihat bair, raja ampatnya kei kecil. 
peta kei dan lokasi snorkling


Pagi ini kita mulai beranjak dari penginapan sekitar jam 8.30, perjalan menuju pelabuhan ke ngurtafur itu sekitar 1 jam. Pelabuhannya itu di dekat evu pool. 

main balon sebelom melaut

kami bertemu dengan nelayan setempat untuk menyewa boat . berbekal peta dari penginapan,  saya tanya detail sama nelayannya : 
 
Me (M) : pak, saya mau liat ke pelican di ngurtafur,kemudian snorkeling naf, er godan, ada pulau apa saja pak ?
Nelayan (N) : oh bisa, disekitar ngurtafur banyak tempat bagus, ada a,b,c,d ( menyebutkan nama pulau dan tempat snorkeling)
M: oh, banyak ya? Kalo gitu kita ga sempet ke naf, er, godan ya?
N : iya, meding keliling sini dulu aja.  
M: kalo kita ke bair bisa pak ?
N : bisa, aja Cuma aga jauh. Lebih baik ke sini, sini, sini dulu .. banyak yang bagus- bagus kok
M : Ok, kita ke sini-sini-sini, kemudian snorklingnya di sini-sini ya pak ( sini itu nama pulau, Cuma saya lupa nama nya)
N: siap. 
nemu anak kecil buat jd objek foto

Kenyataaan : perlu 1 jam untuk tempat kepala desa untuk minta ijin masuk ke ngurtafur, kemudian perlu sekitar 15 menit lagi menuju ngurtafur.  Ngurtafur ini berbentuk pasir yang membelah lautan. Bahkan ketika air laut surut, dia bisa membentuk jalan untuk menghubungkan antar pulau. Sayangnya, ketika saya kesana laut hampir pasang, jdi jajaran pasirnya pendek.
anak ini ketawa seneng liatin oji yang belajar nyelem en loncat

sambil nunggu ijin dari pak kepala desa

pose ngambang sambil ngilangin bosen


Disini biasanya pelican dari Australia beristirahat saat migrasi. Pelican ini ga bisa didekatin, jadi hanya cukup dipandang dari jauh atau di jepret dari lensa tele. Selesai di ngurtafur, kami pun melanjutkan perjalanan, setelah sekitar 1 jam puter-puter pulau, kita ga sampe –sampe di tempat snorkeling. Kapal sempat melambat sebentar,tapi kemudian jalan lagi, melambat lagi trus jalan lagi.. berkali-kali di phpin sama si bapak.  Klo diliat dari atas, karang-karang laut yang ada di sekitar pulau ngurtafur ini banyak yang sudah mati. Katanya karena di bom oleh nelayan… hikksss sediihhh.  Karena lelah dan kelapara, kami memutuskan untuk makan siang di pulau kosong. Selesai makan siang pun mesin si kapal rusak, sampai akhirnya kita snorkeling di sekitaran pulau yang ga ada apa-apanya.. hhhiiiikkssssss….. dan habis itu,,,,, kita dijemput sma kapal lain, untuk dibawa bengkel kapalnya. 

ngurfatur
 
pelican australi
Nasib anak soleha memang ga kemana ya, walaupun kita ga dapat keindahan bawah laut, tiba-tiba kita disajikan keindahan atas laut. Secercah cahaya pelangi muncul dari sisi kanan, dari pudar trus menjadi terang dan terang dan semakin terang,, kemudian menghilang, berganti menjadi pelangi dari sebelah kiri, ga lama kita berhasil melihat pelangi utuh setengah lingkarang dan kebetulan kapal kita menuju ke tengah tengah pelangi itu, seakan kita masu ke dalam gerbang pelangi… keeerrreeeeennnnnn. 

full pelangi dari lensa wide hp


Tak sempat mencari sunset ditempat lain, akhirnya kita menunggu dipelahuban untuk foto sunset. Katanya, biasanya matahari jatuh tepat di tengah-tengah dua pulau dan terlihat dari pelabuhan itu. Hanya saja, awan tebal dan gelap menghilangkan matahari sebelum dia terjatuh ketengah laut…. Tapi aku tetap suka kok… ;)
sunset at dermaga

Hari mulai gelap, dan perjalanan masih jauh, sinyal belom ada ( belom bisa posting-posting temua hari ini) jadilah kita mampir ke kota untuk makan bakso sekaligus posting gambar.. hahahaha…we are quick upload traveler… ;) 
jajanan di balai kota..
Lalu menuju balai kota untuk cari wifi gratis ( tp hari minggu wifinya tutup) dan berakhir dengan makan malam di penginapan.

Tips :
- yang ga bisa berenang, usahakan pinjam pelampung dulu dari penginapan, karena nelayan tidak punya pelampung.
- kapal untuk keliling pulau itu biasanya kapal nelayan tanpa ada penutupnya, jadi siap2 kepanasan ya
- tanya en nego nego lagi ya untuk wisatanya. Kemarin saya dikasih 400rb untuk keliling pulau itu. 
- cobain LAT, sayuran berbentuk bulet bulet kecil kaya anggur, yg dimakan pakai kelapa parut,, rasanya meledak di mulut.. ennaaaaakkkk