Seperti biasa, pagi ini saya naik Metro 640 dari kalibata menuju kantor,,awalnya
pingin duduk di depan, tp berhubung kelihatannya basah en takut bocor, jadi
saya milih duduk di tengah dekat pintu en jendela..
Sesampainya di halte sesudah hero, ada beberapa orang yang naik, dan
kemudian, pria kuning penuh tato menghampiri sambil bilang “hayuk hayuk
hayuk..tanah abang”..dia teriak ga sampe 5 detik, en kemudian minta jatah
preman dari keneknya,,, entah dikasih tp ga cukup atau ga sama sekali dikasih,
si preman ini marah-marah ga jelas...
Keadaan jalan yang padat merayap, dan kondisi halte yang penuh, membuat
metro ini berjalan perlahan. Nah, kemudian saya denger suara besi di tarik dari
bawah en ga lama penumpang rame sambil
teriak2...”udah bang,,, ga usah
dilanjutin,,,damai aja damai..minta maaf” ada juga yang bilang “masih
pagi...jalan bang, jalan”... setelah saya tengok kebelakang, rupanya kenek
angkot saya sedang memegang pipa besar yang berdiameter sekitar 10 cm dengan
panjang 1.5 meter menantang pria berbaju kuning dan temannya yang berbaju
hitam. Dua-duanya penuh tato ditangangnya...