Showing posts with label coaster cottage. Show all posts
Showing posts with label coaster cottage. Show all posts

Tuesday, June 9, 2015

Maluku Trip - Kei Kecil day 3


Day 3, June 1st 2015 

peta perjalanan hari ini



Sedih karena ga dapet apa-apa kemarin, kita hari ini bertekat untuk mendapatkan spot-spot yang bagus hari ini… saya bilang sama swon “ pokoknya minimal kita musti turun 3 kali ya!.. 3 kali!!” . 

Sesampainya  pelabuhan untuk ke bair (adanya diatas pulau kei kecil), kami nego dengan kerasnya. Semuanya diperbincangkan dengan a lot dan lebih detail ( secara kemarin udah detail ajah masih ga dapat apa-apa, jadi yang sekarang musti lebih detail lagi). 


Menyebranglah kami ke pulau bair.. dan ditengah jalan tiba-tiba saya melihat penyu besar sedang diving… keeerreeeeeennnnnn… ga lama kami berhenti dan dapet spot yang cantik luar biasa… (akhirnya terbayar sudah kekesalan kami kemarin), dan kamipun snorkeling dengan puasnya.. berenang –renang lincah kesana kemari.  
aku yang masih belajar menyelam

ikan dimana mana

bair underwater - pic taken by mas Ridwan www.wisatakita.com


Puas snorkeling, kami lanjut ke bair island.. dannnnnnnnn.. kembali kami berdecak kagum,keren banget tempatnya,, antara perpaduan phuket dan raja ampat ( ga imbang yak perbandingannya), pokoknya indah nian tiada tara deh…. Keceh…keceh… selesai foto, kami  medarat ke pulau terdekat untuk makan siang sambil leyeh-leyeh di pantai. 

bair island

bair island sisi lain

bair - pic taken by andreas

kece kan - pic taken by swon

Perut kenyang, hati tenang… kami melanjutkan perjalanan untuk menyusuri pulau bair, sambil berharap ketemu baby hiu seperti yang di kasih tau di blog-blog..ketika ketemu tempat yang bening, para lelaki pun dengan centilnya foto-foto ala bintang gambang di tengah laut, dan kami para wanita menunggu di kapal ( lagi kumat malesnya).

Selesainya, kami diberhentikan di tengah laut untuk snorkeling spot terakhir, tapi saya merasa ombaknya sudah mulai gede, dan untuk amatir snorkeling seperti saya,, yang ga bisa berenang, saya takut klo turun di ombak yang rada besar. Sehingga kami memutuskan untuk ga  jadi turun. Sesudah nya saya diledek sama swon “ katanya may 3 spot” hihihihi… maklum lah,, badan sudah udzur dan masih amatir..


Dari dermaga bair, kami menuju ke hawang cave, berhubung mas ridwan kemarin belum sempat kesini dan pingin liat tempat ini. Tapi sebelumnya kami mampir di restoran untuk memesan menu makan malam. 

hawang cave dari luar - pic taken by mba hanny



Ketika kami sampai, ada banyak anak-anak kecil yang sedang mandi, berenang dan juga jumpalitan dari atas gua. Mereka berenang dengan lincahnya, nyelem-nyelem juga sampe dasar goa. Begitu liat pemandangan ini, nyali saya jadi cuit ( dan langsung membuang jauh-jauh pelampung yang sudah saya bawa). Akhirnya ketika mas ridwan, andreas dan swon asik berenang, saya cukup menonton dari sisi samping goa…(aku malllllluuuuu sama anak kecil ini loh)…

Puas dari gua, kami kembali ke kota untuk cari oleh oleh, dan kemudian balik ke daerah bawah untuk makan malam. Sampai di resto nya si penjaga bilang “kaka , maaf, saya baru balik dari pasar, ini cuminya Cuma sedikit, dan harganya mahal. Tadi aku bilang sama kaka harganya 25 ribu, tapi karena mahal jadi harganay 35 rb” .. aga shock sih kenapa resto bisa naik turunin harga kaya lagi di pasar saham ajah. Cuma berhubung saya baik hati – ramah tamah – senang senyum aka polos cenderung bodoh jadi saya bilang “ya udah mo gimana lagi, yang penting saya bisa makan”. 
Makan Malam saya - pic taken by mba hanny



Hidangan datang… ada ikan, ada cumi, ada sayur, dan ada papeda… muka semua orang berubah ketika 2 mangkuk papeda datang dihadapan kita dan muka saya semakin  panic karena saya pesen 4 porsi papeda. Untung aja si pelayan bilang kalo 2 mangkok besar itu gabungan 4 porsi papeda, huuufffff.. lega… tapi tetep merasa itu papeda banyak bangettttttt.

Selesai makan nasi,  kami pun mencoba papeda, makanan khas ambo yang terbuat dari sagu.. dari 6 orang yang makan,, kami setuju kalo papeda bukan selera kita.. hahaha.. walaupun sudah dicampur sama kuah kuning dan perasan jeruk, tetap saja rasanya aga aneh ketika menelan papeda ke dalam tenggorokan…

Perut kenyang, sinyal kuat membikin hati tenang… puas makan dan puas posting-posting foto di social media, kami pun kembali ke daerah flinstone aka daerah tanpa sinyal aka penginapan kita.  Eh sebetulnya ada sinyal sih,, tp Cuma bisa buat nelpon, itupu musti ditoilet atau di tengah-tengah tangga.. hehehe.


Tips  hari ke 3 :
- Re-apply, re-apply, re-apply sunblock… ati2 sunburn
- Rajin-rajin mandangin laut…kadang suka ada ikan loncat-loncat, atau penyu yang lagi berenang
- Tawar boat nya ya.. kemarin saya dikasih 400rb untuk 1 boat, tapi cuma ke beberapa tempat dan kurang puas (padahal sih udah kecapean di laut)
- Bawa makan siang kalo mo perginya dari pagi sampe sore, karena di laut susah buat cari makanan
- Karena dari satu posisi ke posisi lain itu jauh, jd mendingan check peta en liat mana aja yang searah, biar ga bolak balik jalannya.



Monday, June 8, 2015

Maluku Trip - Pulau Kei Kecil


Beberapa tahun yang lalu saya pernah berfikir untuk melakukan perjalananan keliling Sulawesi – Maluku selama satu bulan ( biar ga mahal di tiket pesawat kalo perginya cuma 4-5 hari ajah). Akhirnya trip ini benar terjadi, walaupun hanya keliling 3 kota dimaluku selama 9 hari. Perjalanan ini sebetulnya terinspirasi dari seorang teman yang mau  pergi ke ora bulan agustus nanti, dan kemudian kita menemukan sebuah foto yang bikin tercengang, jadilah tanggal 29 Mei – 7 juni 2015 ini saya bersama teman –teman ( mba Hanny, Andreas, Swon, Mas Ridwan –wisatakita.com , uni ranti dan uda rozi) berangkat ke Maluku. 
maluku area yang di kotak merah
 
kei- ambon- pulau seram



29 Juni 2015.


Jumat sore yang menegangkan.. 


Setelah kerjaan yang menggila, saya memesan taksi untuk menuju ke bandara. Entah kenapa traffic sore itu bener-bener menggila. Taksi yang saya pesan sedang berada di kuningan city dan butuh 1 jam untuk sampai ke kantor saya di GKBI. Kemudian, pintu tol semanggi arah grogol pun ditutup begitu saya sudah sampai depan gerbang tol, akhirnya taksi pun harus merayap sampai gerbang tol slipi (hadeehh..aku lapar dan kebelet pipis). Untungnya begitu keluar tol jalanannya langsung lancar. 


Sesuai perjanjian, saya dan teman-teman ketemuan di garuda lounge ( demi makan gratis potong poin kartu kredit), disana sudah ada uda rozi ( yang baru pertama kali saya ketemu), begitu ketemu saya langsung bilang “ oji ya?.. nitip tas donk, kebelet neh
“.. hahahaha… no basa basi atau apapun, langsung keluar deh aslinya. 


Ga lama andreas dan mba hanny datang, dan pembicaraan seputar kamera pun terjadi. Otomatis saya mengeluarkan kamera slr kesayangan saya untuk ngetest foto,,, dannn… dannnnnn… ternyata… batere saya tidak ada di dalam kamera sodara-sodara, panic donk.. udah cape-cape bawa kamera  yang berat + lensa 18-200 nya en tripod yang klo ditotal itu beratnya 1/10 kali berat badan saya ( males kan ngitung nya).  Saya pun coba telpon kerumah untuk check batere dirumah en si kakak bilang kalo ga ada batere yang terlihat di kamar saya. Walaupun begitu, saya masih panic dan deg-degan, takut si batere tercecer di tempat lain atau kantor. Huffff…. Malam ku tidak tennnaaaangggggg….. 
Jakarta Team, pic before take off


 Di dalam gate, kita melihat beberapa orang yang sudah bawa snorkeling set. Wah..rupanya mereka juga mau ke ambon / ora untuk main air. Penerbangan malam ini memakan waktu 1,5 jam untuk ke  makasar, kemudian transit 30 menit,dan 1,5 jam lagi ke ambon. Dari ambon kita masih harus menunggu 1 jam (disini saya sempet cari toko elektronik yang jualan batere kamera, cuma sayang ga ada yg jual euy) dan 1,5 jam lagi menuju Langur, Kei Kecil. Dengan perbedaan waktu 2 jam.  Kita ber 6 sampai di pulau kei kecil sekitar pukul 10. Airportnya ini merupakan airport baru, posisinya bukan di langgur, tp nama airportnya masih langgur dengan kode airport LUV (romantis kan).



Hal pertama yang saya lakukan ketika sampai di bandara Kei adalah mencari batere SLR dr backpack bagasi, rasanya selama menunggu backpack dateng sampe buka wrapping dan buka tas penyimpanan kecil itu deg2an kaya nunggu pengumuman diterima kerja dulu (lebaaayyy). begitu buka tas kecil dan ubek sana sini trus ga liat batang idungnya si batere saya hampir meyerah dan lemas ( mikir bawaan berat tp ga bisa dipake) ga lama saya liat chargeran batere dan ternyata si batere masih bersarang disana dengan cantinya.  Alhamdulillahhhhhh.....
Dari airport kami di jemput oleh pak Tukan, driver dari coaster cottage. Perjalanan menuju coaster cottage itu sekitar 1 jam. Coaster cottage ini berada di daerah ohoilir, depan pantai persis. Penginapannya enak banget, besar dan bersih. Makanannya pun enak. 
dari depan penginapan




Setelah penat hilang, kami bersiap menuju gua hawang dan evu water pool di daerah dullah. Gua hawang ini bagus ketika matahari menyinari guanya, airnya seakan bersinar bening. Untuk Evu water pool ini sebetulnya hanya pool untuk berenang dengan air yang aga keruh. Kemudian kami beranjak menuju ohoider tutu dan matwear. Ini merupakan pantai dengan pasir terhalus (sedunia atau se Indonesia), dia pun masih termasuk dalam jajaran pantai pasir pajang, ngurbloat. 
gua hawang


 
ohoider tutu

matwaer beach


Selesai menikmati pantai, kami menuju airport untuk menjemput mas ridwan dan kemudian  mengejar sunset di airport.  Beneran ya.. awannya bagus banget, warnanya ungu-ungu ketika matahari mulai terbenam  dan berganti gradasi warna ga lama setelah itu.. Indaaaahhhhhh.

 
sunset at bandara

awannya ungu


Oia, di Kei kecil ini, Tual itu pusat kotanya, disini ada pasar dan segala macam keperluan. Jadi kalo mo kesini, ga perlu report –report bawa cemilan dan lain-lain.. banyak kok jajanannya. Banya juga hotel di dekat tual sini. Tp memang yang terkenal itu coaster da savanna ( mungkin karena beritanya banyak di internet ya).  Posisi Coaster Cottage yang jauh dari kota, bikin kita jauh kemana-mana termasuk jauh dari sinyal Internet. Tapi dengan begini, kami merasakan yang namanya liburan dan mendekatkan diri kepada anggota trip (bukan pdkt yak,,tapi lebih ngobrol-ngobrol dan saling mengenal ajah)





 Tips untuk ke kei island :



-    Ada beberapa penerbangan dari ambon menuju kei kecil seperti garuda dan wings

-    Bawa simcard telkomsel, karena hanya jaringan ini yang menjangkau kei kecil

-    Bawa alat snorkel sendiri karena di penginapan adanya terbatas.

-   Mobil disini kebayakan avanza atau innova, jadi kalo mau datang berkelompok, sesuaikan dengan kodisi mobilnya ya.



Info  penginapan :

 Coaster Cottage, dengan bobz : 081343472978 ( bob.azyz@yahoo,com),  driver  di kei , bapak tukan :  0812 2918 9446 ( si bapak sudah agak tua, orangnya baik dan nurutin mau kita, Cuma terkadang saya merasa jalannya suka muter-muter ) 



Harga kamar :

Old cottage :  165rb / room/ day

New cottage : 220 rb/room/day

The vila : 770 rb / house / day

Doctor house : 165 rb room/ day

Meals : ( 110 rb / day) or 30 rb for breakfast, 40 rb for lunch and 40 rb for dinner.